Teknologi Touch Screen
Touch screen atau sering disebut juga layar sentuh adalah sebuah perangkat input komputer yang bekerja adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Layar sentuh banyak digunakan dalam industri manufaktur yang membutuhkan tingkat akurasi, sensivitas terhadap sentuhan, dan durabilitas yng sangat tinggi. Namun sekarang ini, kita dapat menemukannya dalam perangkat-perangkat teknologi konsumen yang diproduksi secara masal, seperti komputer jinjing, pemutar musik iPod Touch, dan telephone genggam seperti iPhone, Blackberry storm. hal ini dimungkinkan karena perangkat layar sentuh dapat dibuat dalam berbagai tampilan ukuran.
Layar sentuh sering dipakai pada kios informasi di tempat-tempat umum, misalnya di Bandara dan Rumah Sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer. Sistem layar sentuh tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada.
Layar sentuh terdiri atas tiga komponen yaitu:
- Panel sensor layar sentuh, yang terletak di luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik pada saat kita menyentuh.
- Pengontrol layar sentuh, yang melakukan pengontrolan sinyal yang siterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan pada prosesor komputer.
- Driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antar muka pada sistem operasi komputer.
Berikut adalah tipe-tipe dari touch screen antara lain:
- Capacitive Overlay
- Guided acoustic wave
- Resistive overlay
- Scanning infrared
- Near Field Imaging (NFI)
- Surface acoustic wave
Perbedaan antara Resistive dan capacitive:
Device dengan resistive screen dioperasikan dengan ditekan, karena
resistive screen ini terdiri dari beberapa layer. Bisa ditekan
menggunakan jari atau alat bantu serperti stylus atau tablet pen. Harga
screen resistive ini lebih murah daripada capacitive screen. Resistive
screen lebih akurat dari capacitive screen karena sensor screen bekerja
pada bagian yang ditekan. Jenis screen ini cocok sekali untuk
handwriting recognition. Kekurangan dari resistive screen ini tidak bisa
multi touch, ditekan dua tempat sekaligus bersamaan.Device dengan capacitive screen tidak bekerja dengan ditekan, screen jenis ini mengandalkan sensor electrode konduktor, seperti jari tangan kita. Layar capacitive ini tetap bagus dilihat dibawah sinar matahari. Cukup dengan sentuhan ringan langsung dapat mengaktifkan screen. Capacitive screen ini tidak berpengaruh jika kondisi layar kotor, dan layar ini mendukung multi touch. Sayangnya harga layar capacitive ini lebih mahal.
Sifat dan karakteristik dua teknologi layar ini mempengaruhi mempengaruhi penggunaan dan harganya, biasanya ponsel/tablet dengan layar capacitive lebih mahal daripada layar resistive. Contoh device dengan layar capacitive di pasaran yaitu, Apple iPhone, Samsung Galaxy S, HTC Incredible dan banyak lagi. Sedangkan contoh ponsel yang menggunakan layar resistive yaitu, Nokia N97, HTC Tattoo, LG Cookie KP500 dan lainnya. Perhatikan baik-baik spesifikasi ponsel jika anda ingin membelinya, terkadang sama tipe tapi beda seri berbeda pula spesifikasi layarnya, contohnya seperti tablet Huawei Ideos S7 seri 103 dan 105, seri 103 layar resistive dan seri 105 layar capacitive.
- Kelebihan
- Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
- Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
- Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
- Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
- Mudah diterima oleh penggunanya
- Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya
- Kelemahan
- Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
- Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
- Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
- Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
- Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
- Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
- Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar